Menalar Tuhan, itulah yang sejak permulaannya menjadi opsesi filsafat. Menggapai Tuhan melalui pikiran menjadi hasrat tertinggi filsafat sampai 200 tahun lalu. Dipermulaan abad ke 21, pertanyaan tentang Tuhan masih tetap berada di pusat pemikiran para filosof. Kemudian di panggung filsafat muncul paham ateisme dimana Tuhan berada di luar batas-batas wacana rasional. Situasi ini menghadapkan manusia intelektual yang tetap percaya pada Tuhan dengan pertanyaan : Apakah imannya lebih dari sekadar warisan indah tradisi-tradisi yang sudah berumur ribuan tahun? Apakah ia dapat mempertanggungjawabkan kepercayaan kepada Allah secara rasional? Apakah masuk akal masih percaya kepada Tuhan?
Buku ini ditulis bagi mereka yang percaya kepada Tuhan dan juga bagi mereka yang tidak lagi percaya kepada Tuhan, tetapi dalam kejujuran intelektual ingin mendalami pertanyaan tentang dasar-dasar rasional kepercayaan Akan Tuhan.
Buku ini bukan mengenai agama, melainkan mengenai Tuhan, ya Allah bagi merek
Daftar Isi
Bab 1
Menalar Tuhan : untuk apa?..............................17
I Manusia yang Bertanya………………………………..17
II Mempertanggungjawabkan iman secara rasional……21
Bab 2
Cara-cara manusia menghayati ketuhanan……..26
I Pelbagaui penghayatan Ketuhanan…………………….27
II Refleksi Filosofis……………………….39
Bab 3
Modernitas : skeptisisme tentang ketuhanan……………………44
Bab 4
Lima model ateisme
Bab 5
Agnostisisme………………………………….102
Bab 6
Jalan-jalan ke Tuhan I………….124
Bab 7
Jalan-jalan ke Tuhan II
Bab 8
Tuhan dan Dunia………………………………………….185